Selasa, 25 Agustus 2015

7 julukan kota garut


Inilah 7 Julukan Terpopuler untuk Garut
1. Garut Swiss van Java
Julukan ‘Garut Swiss van Java’ atau Swissnya Jawa mulai popular sekitar awal abad ke-20. Saat itu, Garut dikenal sebagai tujuan wisata yang paling menarik di dunia. Banyak orang besar datang ke Garut untuk berlibur. Hotel-hotel mewah didirikan, tempat-tempat wisata dikelola dan dikembangkan dengan baik. Buku-buku petunjung (guide) perjalanan dicetak dengan mewah dan agen-agen traveling giat mempromosikan usahanya. Didepan statsion Garut, juga didirikan “Tourist Bureau” untuk melayani para pelancong. Garut juga memiliki panorama alam yang keindahannya tak kalah mengagumkan. Pemandangan pegunungan terhampar luas di Garut. Udaranya sejuk, serta suasana kota yang asri semakin menambah kenyamanan Kota ini. Garut yang permai, digambarkan dalam Encyclopedie van Nederlands-Indie (Ensiklopedia Hindia-Belanda) terbitan tahun 1917.
… Garut adalah salah satu tempat terindah di Jawa dengan iklim nyaman (tinggi 700m) dengan lingkungan yang sangat indah, tempat pesiar yang sangat disukai orang Batavia yang banyak datang di musim kemarau. Menikmati wisata ke Cikuray, Papandayan, Talaga Bodas, Danau Bagendit, dan sebagainya. Garut banyak juga dikunjungi orang asing.
2. Mooi Garoet
Mooi Garoet atau Garoet Mooi, adalah ungkapan kekaguman, seperti halnya Mooi Indie. Apa yang patut dikagumi dari Garut ?. Mooi Garoet berarti Garut yang Elok. Ini adalah pujian klasik zaman kolonial pada kepermaian alam tanah jajahannya. Bukan hanya karena tanahnya yang subur, tetapi juga pada panoramanya yang indah. Garut, merupakan salah satu daerah yang dianggap layak untuk menadapat pujian itu, karena keindahan alamnya bukan alang kepalang.
3. Garut Pangirutan
Lahirnya Idiom Garut Pangirutan memang bukan basa-basi. Banyak selebritis Dunia sengaja datang ke Garut untuk plesiran. Diantaranya Charlie Chaplin, artis film bisu dari Hollywood yang saat itu sangat mashur. Charlie Chaplin berkunjung ke Garut pada tahun 1928. Karena didatangi banyak turis, Garut menjadi tempat pertemuan orang-orang dari berbagai benua. Suasana seperti ini direkam oleh S. Ahmad Abdullah Assegaf dalam novel Fatat Garut (Gadis Garut) yang terbit pada tahun 1979 dalam bahasa Arab. Memasuki jaman revolusi, Kota Garut ,mengalami banyak kehancuran. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengembalikan pariwisata Garut seperti dulu. Tapi, masa-masa Garut Pangirutan belum tertandingi hingga saat ini.
4. Garut ‘Kota Intan’
Berbagai penderitaan akibat perang sedikit terobati ketika pada tanggal 8 Desember 1960 Presiden Soekarno berkunjung ke Garut. Saat itu Garut dipimpin oleh Bupati Gahara Widjajasoeria. Pada kunjungannya itu, Soekarno merestui Kota Garut diujuluki sebagai ‘Kota Intan’. Julukan itu bukan tanpa alasan, karena Kota Garut saat itu sangat bersih dan asri, bahkan termasuk kota terbersih di Indonesia. Itulah buah dari kepemimpinan Bupati Gahara yang secara telaten menjaga kebersihan kota, sehingga masyarakat iktu terpanggil dan sering melakukan kerja bakti tanpa harus diperintah. ‘KOTA INTAN’ dapat diartikan Kota Indah, Tertib, Aman, Nyaman.
5. Garut ‘Gurilaps’
Garut sejak dahulu dikenal memiliki banyak obejek wisata. Banyaknya tempat wisata di Garut, melahirkan julukan Garut ‘GURILAPS’ (basa Sunda – Gemerlap). Bisa dikatakan Garut memiliki objek wisata yang lengkap, dari wisata alami hingga wisata buatan. Mulai dari wisata Gunung, seperti Gunung Guntur, Cikuray, Papandayan dan Talaga Bodas. Wisata Rimba seperti Hutan Sancang. Wisata Laut dan Pantai seperti Santolo, Pameungpeuk, Rancabuaya, Sayangheulang dan lain sebagainya. Wisata Seni dan Budaya seperti Candi Cangkuang, Kampung Dukuh, Makam Godog, Adu Domba dan berbagai macam kesenian dan budaya Garut lainnya. Sehingga GURILAPS merupakan singkatan dari GUnung, RImba, LAut dan Pantai, Seni budaya. Selain itu tempat wisata lainnya yang popular antara lain Wisata Cipanas dan Darajat. Dimana disana terdapat sumber air panas alami.
6. Garut ‘Kota Dodol’
Siapa yang tidak mengenal ‘Dodol Garut’, cemilan manis dan legit ini merupakan makanan khas dari Garut. Kepopuleran Dodol Garut telah sampai ke Mancanegara. Jika datang ke Garut, dodol merupakan buah tangan yang wajib dibawa. Sejatinya dodol Garut banyak ragamnya. Ada dodol ketan, dodol kacang, dodol buah-buahan, ada pula angleng. Jika dodol ketan dan buah-buahan dibungkus dengan kertas minyak atau plastic, maka dodol angleng dan kacang dibungkus dengan daun jagung kering. Berbagai macam panganan dodol itu bisa ditemui di toko-toko atau penjual oleh-oleh khas Garut. Sehingga tidak salah jika Garut disebut sebagai Kota Dodol.
7. Garut ‘Kota Domba’
‘Domba Garut’ merupakan hewan khas Garut. Hewan ini dalam nama latin bernama ovis aries. Domba Garut merupakan campuran perkawinan dari domba local dengan domba jenis capstaad dari Afrika Selatan dan domba merino dari Autralia. Dari ketiga jenis domba itulah maka lahir varietas baru yang kemudian disebut Domba Garut. Penampilannya – dalam bahasa Sunda disbeut tagog - begitu gagah dan penuh keberanian, namun tetap kalem dan berwibawa. Tidak heran jika Domba Garut lebih banyak dimanfaatkan untuk hobi atau domba adu, dari pada menjadi ternak peliharaan biasa. Harga domba Garut bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Minggu, 23 Agustus 2015

sejarah kota garut


Sejarah dan asal kata
Sejarah Garut tak bisa dilepaskan dari Kabupaten Limbangan. Kabupaten Limbangan adalah Kabupaten lama yang ibukotanya dipindahkan ke Garut kini karena seringkali terjadi bencana alam berupa banjir yang melanda daerah ibukota. Selain itu, kurang berkembangnya pusat pemerintahan karena jauh dari sungai yang menjadi sarana transportasi dan irigasi areal pesawahan dan perkebunan. Bupati Adiwijaya (1813-1831) membentuk panitia survei lokasi untuk ibukota kabupaten yang baru. Pilihan akhirnya jatuh di tempat yang dikelilingi gunung dan memiliki mata air yang mengalir ke Ci Manuk. Tempat tersebut berjarak ± 17 km dari pusat kota lama. Saat menemukan mata air, seorang panitia kakarut (bahasa sunda: tergores) belukar. Orang Belanda yang ikut survei tak dapat menirukan kata tadi, dan menyebutnya gagarut. Pada awalnya, nama kabupaten yang ibukotanya telah dipindahkan tidak akan diubah, masih Kabupaten Limbangan. Namun, atas saran sesepuh hendaknya nama kabupaten diganti dengan nama baru sehingga tidak menimbulkan bencana dan malapetaka dikemudian hari seperti yang sering menimpa kabupaten Limbangan. Dari kejadian kakarut tersebut, yang dilafalkan oleh orang Belanda dengan gagarut, muncullah nama kebupaten baru, Garut. Hari jadi Garut diperingati setiap tanggal 16 Februari.
Geografi
Umum
Sebagian besar wilayah kabupaten ini adalah pegunungan, kecuali di sebagian pantai selatan berupa dataran rendah yang sempit. Di antara gunung-gunung di Garut adalah: Gunung Papandayan (2.262 m) dan Gunung Guntur (2.249 m), keduanya terletak di perbatasan dengan Kabupaten Bandung, serta Gunung Cikuray (2.821 m) di selatan kota Garut.
Letak
Kabupaten Garut terletak di Provinsi Jawa Barat bagian Tenggara pada koordinat 6º56'49 - 7 º45'00 Lintang Selatan dan 107º25'8 - 108º7'30 Bujur Timur. Kabupaten Garut memiliki luas wilayah administratif sebesar 306.519 Ha (3.065,19 km²) dengan batas-batas sebagai berikut:
Kabupaten Garut yang secara geografis berdekatan dengan Kota Bandung sebagai ibukota provinsi Jawa Barat, merupakan daerah penyangga dan hinterland bagi pengembangan wilayah Bandung Raya. Oleh karena itu, Kabupaten Garut mempunyai kedudukan strategis dalam memasok kebutuhan warga Kota dan Kabupaten Bandung, sekaligus berperan di dalam pengendalian keseimbangan lingkungan.
Iklim dan cuaca
Secara umum iklim di wilayah Kabupaten Garut dapat dikatagorikan sebagai daerah beriklim tropis basah (humid tropical climate) karena termasuk tipe Af sampai Am dari "klasifikasi iklim Koppen". Berdasarkan studi data sekunder, iklim dan cuaca di daerah Kabupaten Garut dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu pola sirkulasi angin musiman (monsoonal circulation pattern), topografi regional yang bergunung-gunung di bagian tengah Jawa Barat; dan elevasi topografi di Bandung. Curah hujan rata-rata tahunan di sekitar Garut berkisar antara 2.589 mm dengan bulan basah 9 bulan dan bulan kering 3 bulan, sedangkan di sekeliling daerah pegunungan mencapai 3500-4000 mm. Variasi temperatur bulanan berkisar antara 24 °C - 27 °C. Besaran angka penguap keringatan (evapotranspirasi) menurut Iwaco-Waseco (1991) adalah 1572 mm/tahun.
Selama musim hujan, secara tetap bertiup angin dari Barat Laut yang membawa udara basah dari Laut Cina Selatan dan bagian barat Laut Jawa. Pada musim kemarau, bertiup angin kering bertemperatur relatif tinggi dari arah Australia yang terletak di tenggara.
Geomorfologi
Bentang alam Kabupaten Garut Bagian Utara terdiri dari atas dua aransemen bentang alam, yaitu: (1) dataran dan cekungan antar gunung berbentuk tapal kuda membuka ke arah utara, (2) rangkaian-rangkaian gunung api aktif yang mengelilingi dataran dan cekungan antar gunung, seperti komplek G. Guntur - G. Haruman - G. Kamojang di sebelah barat, G. Papandayan - G. Cikuray di sebelah selatan tenggara, dan G. Cikuray - G. Talagabodas - G. Galunggung di sebelah timur. Bentang alam di sebelah Selatan terdiri dari dataran dan hamparan pesisir pantai dengan garis pantai sepanjang 80 km
Evolusi bentang alam Kabupaten Garut khususnya Garut Utara dapat dijelaskan melalui 2 (dua) pendekatan hipotesis, yaitu:
  1. Bemmelen (1949) berpendapat bahwa terbentuknya tataan bentang alam, khususnya di sekitar Garut, dikontrol oleh aktivitas volkanik yang berlangsung pada periode Kuarter (sekitar 2 juta tahun lalu sampai sekarang). Setelah terjadi pergerakan tektonik yang memicu pembentukan pegunungan di akhir Pleistosen, terjadilah deformasi regional yang digerakan oleh beberapa patahan, seperti patahan Lembang, patahan Kancana, dan patahan Malabar-Tilu. Khusus di sekitar dataran antar gunung Garut diperkirakan telah terjadi suatu penurunan (depresi) akibat isostasi (proses menuju keseimbangan) dari batuan dasar dan pembebanan batuan sedimen volkaniklasik diatasnya.
Menurut konsep Tektonik Lempeng (Hamilton, 1979), proses pembentukan gunung api di Zona Bandung tidak terlepas dari proses pembentukan busur magmatis Sunda yang dikontrol oleh aktivitas penunjaman (subduksi) Lempeng Samudera Indonesia yang menyusup sekitar 6-10 cm/tahun di bawah Lempeng Kontinen Asia. Bongkahan (slab) lempeng samudera setebal lebih dari 12 km tersebut akan tenggelam ke mantel bagian luar yang bersuhu lebih dari 3000°, sehingga mengalami pencairan kembali. Akibat komposisi lempeng kerak samudera bersifat basa, sedangkan mantel bagian luar bersifat asam, maka pada saat pencairan akan terjadi asimilasi magma yang memicu bergeraknya magma ke permukaan membentuk busur magmatis berkomposisi andesitis-basaltis. Setelah terbentuk busur magmatis, pergerakan tektonik internal (intra-arctectonics) selanjutnya bertindak sebagai penyebab utama terjadinya proses perlipatan, patahan, dan pembentukan cekungan antar gunung.

Transportasi
Ibukota kabupaten Garut berada di jalur Jakarta-Garut-Tasikmalaya, biasanya sekedar transit di Terminal Guntur Garut, bila mau langsung ke Tasikmalaya, orang lebih memilih jalur Malangbong untuk dilewati. Garut memiliki sarana Transportasi seperti Delman Kuda, Ojek Sepeda Motor, Angkutan Pedesaan (Angdes) dari berbagai desa menuju Kota Kecamatan, Angkutan Kota (Angkot), Minibus dari berbagai kecamatan menuju Kota Garut dan Bus besar dengan jurusan Garut - Jakarta, Rental Mobil dari berbagai jenis dan Taksi. Terminal Guntur adalah nama terminal terbesar di Kota Garut. Ada juga Kereta Api yang menuju Jakarta kadang berhenti di beberapa Stasiun Kereta Api di Garut seperti Stasiun Malangbong, Stasiun Cibatu, dan Stasiun Leles.
Makanan khas
Kabupaten Garut memiliki makanan, minuman, dan buah-buahan Khas. Berikut daftar makanan, minuman, dan buah-buahan khas Garut:
  • Dodol Garut
  • Ladu Malangbong
  • Kerupuk Kulit (Dorokdok Garut)
  • Pindang Ikan
  • Sambal Cibiuk
  • Es Goyobod
  • Jeruk Garut
  • Wajit
  • Burayot
  • Getrek
  • Emplod
  • Chocodot
  • Burayot
  • Kerupuk RO
  • Rangginang
  • Bugis
  • Lagenar
Berikut adalah sample sebagian oleh-oleh khas garut :

1. Dodol GarutHasil gambar untuk makanan khas garut 

3. EmplodHasil gambar untuk emplod garut 
 
Produk khas
Dengan tangan ulet masyarakat Garut, Garut memiliki Produk yang Khas. Berikut daftar Produk Khas Garut:
  • Jaket Kulit
  • Batik Tulis Garutan
  • Kerupuk Kulit (Dorokdok)
  • Minyak Akar Wangi
  • Boboko Samarang
  • Batu Akik Hias Bungbulang
Berikut contoh sebagian Produk khas Garut :
1. Batu Akik Hias BungbulangHasil gambar untuk batu akik hias bungbulang 

3. Batik Tulis GarutanHasil gambar untuk batik tulis garutan


Pariwisata
objek wisata yang ada di Kabupaten Garut adalah antara lain:

 Berikut Sebagian  Beberapa Objek Wisata yang pernah Kami kunjingi

1. Curug Orok

Hasil gambar untuk curug orok
 2. Talaga Bodas

Hasil gambar untuk talaga bodas sumber www.wikipedia.com